Temuan Mansourasaurus di Mesir Ungkap Dinosaurus Afrika Migrasi ke Eropa

Image : Trubus

 

Masih banyak peninggalan masa lalu yang terkubur di bawah tanah. Belum lama ini, para peneliti menemukan fosil dinosaurus dengan panjang 10 meter dan berat 5,5 ton di Oasis Gurun Sahara, Mesir. Fosil ini diperkirakan menyamai ukuran bus sekolah dan hidup pada 80 juta tahun lalu.

Pada Senin (29/1), para peneliti menyatakan dinosaurus periode Cretaceous ini adalah pemakan tumbuhan. Memiliki empat kaki dan berleher panjang, mereka menamainya Mansourasaurus shahinae. Mansourasaurus merupakan bagian dari kelompok Titanosauria, terdiri atas binatang darat terbesar yang pernah diketahui para ilmuwan dunia.

Temuan fosil Mansourasaurus ini diharapkan bisa menyingkap tabir periode misterius sejarah dinosaurus di Afrika. Lebih dari 250 tahun terakhir, fosil dinosaurus banyak ditemukan di kawasan Eropa, Amerika Utara dan Asia. Para ilmuwan belum pernah menemukan fosil di wilayah Afrika.

“Ketika saya pertama melihat foto fosilnya, mulut saya terbuka lebar. Ini merupakan Holy Grail, dinosaurus yang masih terjaga baik dari akhir era Dinosaurus di Afrika. Selama ini, para pakar paleotologi telah mencari untuk jangka waktu yang sangat lama,” ucap pakar paleontologi dinosaurus, Matt Lamanna, dari Carnegie Museum of Natural History di Pittsburgh, Pennsylvania.

Holy Grail merupakan sebutan untuk sesuatu hal yang sangat diinginkan, tapi sulit didapatkan. Penemuan fosil Mansourasaurus ini dimuat dalam jurnal Nature Ecology and Evolution.

Dalam jurnal yang sama, Sallam menyebut temuan ini merupakan temuan fosil dinosaurus paling lengkap dari daratan utama Afrika, dengan kerangka waktu 30 juta tahun sebelum dinosaurus punah, 66 juta tahun lalu. Para ilmuwan menemukan bagian tengkorak, rahang bagian bawah, leher dan tulang belakang, rusuk, tulang bahu dan tulang bagian depan, tulang kaki belakang dan osteoderm.

Penemuan ini dianggap penting lantaran pada satu masa, semua benua di dunia menyatu, saling terhubung menjadi satu superbenua bernama Pangaea. Pada era Cretaceous, benua besar itu mulai terpisah, seperti saat ini. Era Cretaceous merupakan periode geologi selama 79 juta tahun, dihitung sejak berakhirnya periode Jurassic, 145 juta tahun lalu hingga awal periode Paleogene.

Yang ingin diketahui para ilmuwan ialah kapan pemisahan benua ini terjadi. Bagaimana dampaknya pada semua binatang di Afrika dan bagaimana mereka berevolusi? Well, Mansourasaurus bisa membantu menjawab beberapa pertanyaan itu.

Para tim ilmuwan yang dipimpin Sallam yakin bahwa Mansourasaurus lebih dekat dengan dinosaurus yang ditemukan di Eropa dan Asia, daripada yang ditemukan di Amerika Selatan atau Afrika bagian selatan. Dengan penemuan fosil Mansourasaurus di Sahara, Afrika, mengindikasikan jika binatang purba tersebut bisa bergerak bebas antara Afrika dan Eropa.

“Untuk pertama kalinya, penemuan ini menunjukkan jika beberapa dinosaurus bisa berpindah antara Afrika Utara dan Eropa Selatan pada akhir Mesozoikum. Bertentangan dengan hipotesis lama yang berpendapat bahwa fauna dinosaurus Afrika terasing dari yang lain selama periode waktu ini,” kata Lamanna, dikutip kantor berita Reuters.

Source :

Trubus

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


16 + 14 =