Simbol 25 Tahun Kerja Sama Indonesia-Jepang Lindungi Lingkungan

Foto: KLHK

 

Jakarta – Kerja sama Indonesia dan Jepang dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup diwujudkan dengan Pembangunan Environmental Management Center (EMC) atau Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (PUSARPEDAL) pada tahun 1993. Setelah 25 tahun, simbol kerja sama ini berganti nama menjadi Pusat Penelitian, Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL).

P3KLL juga telah ditetapkan sebagai Laboratorium Rujukan Nasional untuk pengujian parameter kualitas lingkungan berdasarkan Kep. MenLH No.71 tahun 2012, yang terletak di Serpong, Tangerang Selatan. Inspektur Jenderal KLHK, Ilyas Assad mewakili Menteri LHK, Siti Nurbaya memberikan sambutan pada peringatan 25 tahun berdirinya P3KLL.

“P3KLL adalah penerus dari Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (PUSARPEDAL) atau Environmental Management Center (EMC) hari ini 7 Agustus 2018 P3KLL memperingati 25 tahun berdirinya PUSARPEDAL,” ujar Ilyas dalam keterangan tertulis, Rabu (8/8/2018).

 

P3KLL telah berkiprah secara internasional dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan, di antaranya aktif dalam (EANET) sebagai nasional center pemantauan deposisi hujan asam, kerja sama dengan United Nation University (UNU) dalam peningkatan kapasitas dan pemantauan Persistent Organic Pollutant (POPS) di East Asean Hydrosphere dan sebagai National Project Coordinator dari tahun 1996-2014, kerja sama dengan UNIDO dan MoE Japan.

Ilyas menyebut P3KLL telah mampu menjadi laboratorium pengujian kualitas lingkungan untuk 295 parameter pengujian di bidang uji air, udara, padatan, biologi, kebisingan dan getaran, ditambah 9 sampling, serta 6 besaran ukur untuk laboratorium kalibrasi.

Hal tersebut dengan didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta sumber daya manusia yang berkualitas.

Selain itu, terkait dengan posisi Indonesia yang telah meratifikasi Konvensi Minamata dengan diterbitkannya Undang-undang No. 11 tahun 2017 maka P3KLL juga mulai melakukan pengembangan riset dan jenjang pemantauan merkuri.

P3KLL akan berperan sebagai Puslitbang dan Laboratorium pengujian kualitas lingkungan dengan menginisiasi Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri Nasional yang ke depannya mempunyai peran mengkoordinasikan dan mengintegrasikan penelitian dan pemantauan tentang merkuri secara nasional.

“Peranan Komite ini juga ditujukan sebagai pembangun jejaring untuk mengurangi, bahkan menghapuskan merkuri serta mendukung program lndonesia bebas merkuri pada tahun 2030,” ujar Ilyas.

Peringatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Mr. Arata Takebe, yang memberikan sambutan pada acara peringatan 25 tahun kerja sama antara Indonesia dan Jepang.

“Jepang menjadikan P3KLL sebagai laboratorium referensi untuk mendapatkan data yang valid mengenai kualitas lingkungan di Indonesia,” ujar Takebe.

Dalam kesempatan peringatan ini, juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama antara P3KLL dengan Puslitbang Kementerian Kesehatan tentang pengembangan sistem pelaporan data resistensi antimikroba berbasis laboratorium dengan pendekatan one health, juga dengan Pemda Provinsi Banten tentang peningkatan kapasitas unit pelaksana teknis daerah laboratorium lingkungan di wilayah Provinsi Banten, serta dengan Water Laboratory Nusantara tentang penelitian, pengembangan dan peningkatan kapasitas laboratorium lingkungan.

Kemudian P3KLL berperan sebagai laboratorium forensik lingkungan dalam penanganan kasus-kasus lingkungan hidup, berkaitan dengan penanganan kejahatan lingkungan hidup.

Selain itu, P3KLL juga berperan dalam upaya pembinaan laboratorium lingkungan yang ada di Propinsi atau Kab/Kota, khususnya laboratorium yang mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus pengembangan sarana laboratorium lingkungan di daerah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak tahun 2006.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1 + 13 =