Masalah-masalah ini Masih Jadi Polemik Perkebunan Sawit, dari Lingkungan hingga Harga Jual

Source: Rony Muharrman/ Mongabay Indonesia

 

BANJARMASIN – Dihentikannya perizinan perkebunan kelapa sawit selama tiga tahun ke depan dinilai tidak serta merta menyelesaikan permasalahan yang ada.

Pasalnya, persoalan kelapa sawit masih cukup banyak, seperti masalah lingkungan, protes dari petani sawit mandiri karena harga jual sawit mereka lebih rendah dari petani mitra perusahaan.

Data yang diperoleh Banjarmasin Post dari Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kalsel salah satu daerah yang cocok ditanami Sawit.

Hingga kini di seluruh provinsi tercatat ada 77 perusahaan perkebunan sawit beroperasi di Kalsel dengan luasan lahan 400.400 hektare.

Setiap perusahaan untuk melakukan penanaman wajib mengantongi perizinan, baik dari pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi.

Izin perkebunan tergantung wilayah.

Bila lokasinya cuma di satu kabupaten/kota maka yang mengeluarkan izin bupati/wali kota.

Apabila lokasinya mencakup dua kabupaten/kota maka yang mengeluarkan izin gubernur.

Namun dengan keluarnya Inpres Nomor 8 Tahun 2018 perihal moratorium, tentu mengikat semua pihak, dan tidak ada lagi perizinan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five × four =