Lika-liku Yateman, Kakek Renta Peternak Belasan Kerbau di Hutan

photo : jawapos

 

Di usianya yang sudah senja, usaha Yateman, warga Desa/Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur patut diacungi jempol. Sebab, meski tubuh rentanya tak sekuat dulu, namun pria 66 tahun tersebut masih semangat bekerja menjadi seorang peternak kerbau.

Tidak tanggung-tanggung, saat ini Yateman mempunyai 15 ekor kerbau peliharaan. Belasan kerbau itu, ditempatkannya di lahan kosong dekat hutan, tanpa menggunakan atap, namun disiapkan pagar pembatas, agar kerbau tidak liar memakan tanaman milik masyarakat setempat.

“Kerbau-kerbau itu, setiap hari saya gembala di hutan untuk mencari makan. Kalau waktu sudah sore kembali ke kandang dan saya tunggu hingga malam. Kemudian di pagi harinya, kembali bekerja yang sama,” kata Yatemen, Sabtu (28/4).

Penggembala Kerbau

Pria yang sudah tidak punya anak istri ini terlihat bahagia dengan kondisinya saat ini. Dengan ditemani 15 ekor kerbaunya, dirinya setia merawat kerbau-kerbaunya siang hingga malam. “Pekerjaan lain ya bertani. Setiap hari, mengembala sambari bertani,” tuturnya.

Menurutnya, merawat kerbau susah-susah gampang. Karena kerbau memiliki nafsu makan yang lumayan banyak, sehingga tidak cukup bila hanya diberi makan rumput saja. Selain, harus mengembala pagi hingga sore tiba, juga harus diberi minum hingga kenyang.

“Dari pagi hingga sore setiap kerbau harus kenyang. Namun yang menjadi kendala saat ini, ialah lahan rumput di hutan mulai sempit jadi kerbau tidak bisa leluasa mencari makan,” ujar dia menjelaskan.

Bahkan, terkadang dirinya menderita kerugian karena harus membayar denda orang lain. Karena hewan peliharaannya memakan tanaman palawija orang lain, tak pelak dia harus membayar ganti rugi.

“Kadang, membayar ganti rugi kepada warga mencapai Rp 700 ribu,” terang Yateman, sembari bercerita suka duka dalam mengembala kerbau.

Lanjut dia, mengembala kerbau juga sangat mengasilkan. Kerbau tergolong hewan yang jinak dan bisa menurut kepada pemiliknya. Kerbau merupakan hewan yang mudah dirawat dan digembala. “Ini sudah menyatu dengan perjalanna hidup saya. Apalagi saat di hutan menemani kerbau cari makan rasanya sudah bahagia,” terangnya.

Jika dirinya sedang sibuk tidak bisa mengembala, Yatemen terkadang dibantu keponakannya. “Bila ada keperluan keponakan yang menggantikan,” tutupnya.

Source :

jawapos

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


eleven − ten =