Sosok Syalfitri, Penggiat Kebersihan yang Ajak Cintai Lingkungan di Hari Habitat Dunia 2018

sumsel.tribunnews.com

 

PALEMBANG – Salah satu penggiat lingkungan yang tidak pernah bosan untuk mengajak masyarakat di kawasan pemukiman Jalan Demak, Kertapati Palembang, Syalfitri mengajak warga untuk selalu menerapkan kebersihan lingkungan dari sampah.

Syalfitri ditunjuk sebagai kordinator dalam aksi bersih-bersih sampah dalam memperingati Hari Habitat Dunia.

Bukan hanya karena ditunjuk sebagai orang yang mengkoordinasikan aksi bersih-bersih dalam peringatan Hari Habitat Dunia, Syalfitri berawal dari keprihatinannya soal sampah yang dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia, ia ingin masyarakat juga ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

Syalfitri yang juga terlibat dalam kegiatan pengumpulan sampah setiap harinya ingin sekaligus mengajak warga agar memahami betapa bahayanya dampak sampah untuk siklus kehidupan masyarakat jika tidak dibuang pada tempatnya.

Sebagai penggiat lingkungan, Syalfitri memiliki aktivitas sehari hari mengumpulkan sampah yang akan menghasilkan banyak hal seperti daur ulang sampah yang dapat menjadi bahan kerajinan bagi ibu-ibu di kawasan tersebut, dapat dijadikan kompos, serta dapat dijadikan beberapa media untuk anak-anak paud yang belajar di sekolah yang ia bangun.

“Sebenernya bukan hanya hari ini, bukan hanya ada peringatan hari tertentu, khusus sampah harus setiap hari kita harus membersihkan lingkungan kita. Harus menjadi habbit atau kebiasaan, dan mengubah perilaku kita untuk hidup bersih.

Ia mengumpulkan sampah residu atau sampah yang tidak dapat di daur ulang sebanyak 20 kilogram sampah dalam seminggu, untuk sampah an organic sebanyak 4 kilogram sampah dalam sehari terkumpul atau 60 kilogram dalam sebulan, kemudian untuk sampah rumah tangga dapat ia kumpulkan sebanyak setengah kilo dalam sehari.

Hari Habitat Sedunia

Ada sekitar 70 kantong plastic berukuran cukup besar berwarna putih, berisikan banyak jenis sampah setelah berhasil dikumpulkan oleh Penggiat Lingkungan, warga Jalan Demak, Kertapati Palembang dan gabungan satuan tugas Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, di Jalan Demak, Kertapati Palembang, Jumat (28/9/18).

Kegiatan bersih-bersih sampah ini merupakan aksi mereka dalam memperingati World Habitat Day atau Hari Habitat Dunia yang jatuh pada tanggal 3 Oktober 2018 mendatang.

Sebanyak lebih dari 20 orang warga yang di dominasi oleh ibu-ibu dan lebih dari 200 anggota satgas Kementrian PUPR Sumsel terjun langsung membersihkan sampah pemukiman.

Aksi bersih-bersih sampah ini dilakukan serentak di 34 Provinsi di Indonesia termasuk di Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman PUPR Sumsel, Robinson Ferlipamusu mengatakan kegiatan ini merupakan awal untuk melaksanakan peringatan Hari Habitat Dunia dnegan tema bersih-bersih sampah yang akan dilakukan di beberapa titik kota Palembang, sesuai dengan unit kerja seperti wilayah sungai, sepanjang jalan nasional, dan kawasan pemukiman.

“Dalam tema Hari Habitat Nasional ini memang aksi bersih-bersih. Nah ini kan ada Cipta Karya, Bina Marga, Sumber Wilayah Sungai. Kita dalam tema masing-masing, kalo bina marga itu sepanjang jalan nasional itu dibersihkan, SDA yang balai sungai, sepanjang sungai dibersihkan, dan ini pemukiman kita kawasan sk kumuh kita ambil, ini salah satunya yang kita sepakati”,

“Sampah yag dikumpulkan tidak langsung dibuang, tapi kita hitung jumlah beratnya, dipilah dulu kalau ada sampah yang tidak bias diaur ulang masuk ke TPA. Perhitungan nanti hasilnya di puncak acara,” ujar Robinson.

Ia manambahkan rencananya pada tanggal 1 Oktober mendatang akan dilakukan bersih-bersih sungai bendung di kawasan Sekip Palembang.

Ada sekitar seribu anggota yang akan turun untuk aksi bersih-besih, termasuk diantaranya masing-masing komunitas yang didirikan oleh PUPR Sumsel seperti komunitas Kotaku, para satuan tugas dari TNI serta dibantu oleh BLH Kota Palembang.

“Nanti hari senin tanggal 1 itu sungai bendung di sekip semua masuk situ kira-kira 1000 orang ada tentara, ada komunitas kami juga, dibantu juga dinas pemerintah kota BLH Palembang akan tanam-tanam pohon”, katanya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


3 × four =